Ini menunjukkan bahwa Anda belum login / terdaftar menjadi anggota Apa Dong (dot) Net. Silakan login terlebih dahulu, atau mendaftar dengan mengklik di sini.
Apa Dong (dot) Net
Jumat, 10 September 2010, 04:50:02 *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Perancis Jerman Itali Belanda Spanyol Portugis Korea China Jepang Yunani Arab Rusia
Berita: Forum ini masih terus dalam tahap pembangunan. Kalau menemukan bug atau pengaturan yang tidak sesuai pada forum ini, silahkan sampaikan di Ruang Umpan Balik (senyum)
 
  Depan   Forum   Bantuan Hosting Nasyid Proxy SpeedTest Masuk Daftar  
Halaman: 1 [2]   Turun
  Cetak  
Pembuat Topik: Film Perempuan Berkalung Sorban  (Baca 3073 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini. SocialTwist Tell-a-Friend
ARS
Administrator
*****

Kelamin: Pria
No. KTD: #1
Tulisan : 363
Status  :

Reputasi: +0/-0

Semoga forum ini membawa manfaat untuk semua...


WWW
« Jawab #15 pada: Jumat, 06 Pebruari 2009, 12:47:14 »

Ini berita lengkapnya  (ngemil-ngemil)

Kutip
Imam Besar Istiqlal: Perempuan Berkalung Sorban Fitnah Terhadap Pesantren





Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Ali Mustafa Yaqub menilai film Perempuan Berkalung Sorban telah menyakiti umat Islam, dan kalangan pesantren. Film yang dibintangi Revalina S Temat ini telah sangat buruk mencitrakan Islam. Tidak hanya itu, film itu juga merupakan fitnah terhadap pesantren.

"Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu," kata Ali Mustafa Yakub kepada detikcom di rumahnya di Pisangan, Ciputat.

Ali Mustofa selain menjadi imam besar masjid Istiqlal juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ia juga menjadi guru besar Ilmu hadist dan mengasuh Pondok Pesantren Daarus Sunnah.

Perempuan Berkalung Sorban menceritakan perlawanan Anissa, seorang santriwati terhadap pengekangan perempuan di pesantren. Dalam film itu, Annisa berkata Islam tidak adil terhadap perempuan. Film menampilkan diskriminasi terhadap perempuan yang dilakukan ulama dengan dalih agama, seperti perempuan tidak boleh jadi pemimpin, perempuan tidak boleh naik kuda, perempuan tidak perlu berpendapat dan perempuan tidak boleh keluar rumah tanpa disertai muhrimnya.

Berikut wawancara detikcom dengan Ali Mustofa Yakub:


Bagaimana tanggapan Bapak terhadap film Perempuan Berkalung Sorban?

Saya belum pernah menonton film itu. Tidak pernah, dan tidak akan pernah. Namun untuk mendapatkan informasi itu tidak harus menonton filmnya. Banyak kawan-kawan yang kredibel telah melihat film itu, dan dia menginformasikan kepada kami banyak hal-hal yang menurut mereka menyakitkan hati.


Apa yang menyakitkan hati?

Pertama, pencitraan Islam yang sangat buruk. Seolah-olah Islam mengajarkan yang tidak sesuai perkembangan zaman, misalnya, seorang perempuan tidak boleh  keluar rumah untuk belajar dan sebagainya sesuai dengan mahromnya dan sebagainya itu.

Kedua, yang menyakitkan itu adalah penggambaran tentang pesantren. Pencitraan tentang pesantren sangat disayangkan sekali, bahkan saya berani mengatakan itu bukan hanya merusak citra saja tapi memfitnah itu. Mereka ada yang bilang begitu.

Memang dalam Islam bagaimana?


Islam tidak pernah melarang wanita untuk keluar rumah untuk belajar misalnya. Itu ada dalil hadistnya : Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke masjid. Konteksnya pada masa Nabi dahulu, pergi ke masjid itu untuk beribadah dan juga untuk belajar kepada Nabi.

Termasuk wanita tidak boleh naik kuda itu. Padahal istri Nabi, Siti Aisyah, naik onta balapan dengan Nabi, biasa itu. Ini hadist penetapan (takhriri), dan penetapan itu artinya membolehkan. Kalau andai wanita haram menaiki onta, tentu Nabi dahulu sudah pasti melarang. Kalau dalam konteks sekarang, naik onta itu bisa disamakan naik kuda, atau naik kendaraan bermotor.

Tapi, film ini diangkat dari kisah nyata santriwati di pesantren?

Ya mungkin memang ada. Tapi itu mungkin lokal saja. Itu tradisi lokal, bukan mencerminkan tradisi pesantren secara keseluruhan. Bahkan tidak mencerminkan Islam.

Mungkin ada seorang yang melarang anak perempuannya begini begitu, tapi itu sifatnya lokal saja dan kasuistis, tapi dengan dibuat film seperti ini, jadi tergeneralisir seolah-olah pesantren seperti itu.

Kalau memang menyakiti Islam dan pesantren, lalu film ini sebaiknya bagaimana?

Saya malah menganjurkan tidak usah nonton aja. Selesai. Karena memang film ini akan dapat menimbulkan salah paham terhadap islam dan terhadap pesantren.

Tapi sementara sebaiknya ditarik dulu film itu, dan diperbaiki yang salah-salah. Diluruskan hal-hal yang mencitrakan keliru Islam dan pesantren. Tapi perlu ada tim yang melihat secara khusus, yakni orang yang mengerti pesantren dan ahli Islam.

Setelah diperbaiki, ya, terserah produser mau ditayangkan lagi atau tidak. (Rez/iy)
Masuk

█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bonus
█ ★ Domain Name | Shared & Reseller Hosting | VPS & Dedicated ★
abuhanif82
Pencari
*

No. KTD: #17
Tulisan : 21
Status  :

Reputasi: +0/-0

« Jawab #16 pada: Sabtu, 07 Pebruari 2009, 09:04:33 »

ada tulisan menarik tentang film dan novel ini,

http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/novel-perempuan-berkalung-sorban.htm
Masuk
Rial_abdirrahman
Dong'ers Newbie
*

Kelamin: Pria
No. KTD: #9
Tulisan : 157
Status  :

Reputasi: +1/-0

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


« Jawab #17 pada: Minggu, 08 Pebruari 2009, 00:56:00 »

trus sekarang nasib film itu gmana?
maseh mau diluncurkan atau di stop dulu?
Masuk

Silahkan mampir disini dulu sebelum mulai mosting
http://apadong.net/index.php/topic,3.0.html
Thanks
marhamah_murasaki
Sahabat Kita
*

Kelamin: Wanita
No. KTD: #12
Tulisan : 106
Status  :

Reputasi: +0/-0

Gusi Bengkak :(


« Jawab #18 pada: Minggu, 08 Pebruari 2009, 14:43:40 »

dah bnyk yg nonton jg d bioskop
Masuk

Jangan Lupa Dklik ya ^___^

ARS
Administrator
*****

Kelamin: Pria
No. KTD: #1
Tulisan : 363
Status  :

Reputasi: +0/-0

Semoga forum ini membawa manfaat untuk semua...


WWW
« Jawab #19 pada: Minggu, 08 Pebruari 2009, 21:00:33 »

sekarang lagi ada debatnya di TVOne (ngemil-ngemil)
Masuk

█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bonus
█ ★ Domain Name | Shared & Reseller Hosting | VPS & Dedicated ★
abuhanif82
Pencari
*

No. KTD: #17
Tulisan : 21
Status  :

Reputasi: +0/-0

« Jawab #20 pada: Senin, 09 Pebruari 2009, 09:00:00 »

berita di Global Tv bisa di lihat di sini

« Edit Terakhir: Sabtu, 14 Pebruari 2009, 08:44:22 oleh abuhanif82 » Masuk
Rial_abdirrahman
Dong'ers Newbie
*

Kelamin: Pria
No. KTD: #9
Tulisan : 157
Status  :

Reputasi: +1/-0

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


« Jawab #21 pada: Senin, 09 Pebruari 2009, 20:13:39 »

^
disininya dimana?
koq nggak ada linknya tuh
Masuk

Silahkan mampir disini dulu sebelum mulai mosting
http://apadong.net/index.php/topic,3.0.html
Thanks
Rial_abdirrahman
Dong'ers Newbie
*

Kelamin: Pria
No. KTD: #9
Tulisan : 157
Status  :

Reputasi: +1/-0

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


« Jawab #22 pada: Jumat, 13 Pebruari 2009, 05:32:03 »

Alhamdulillah tadi mlm sdh nonton filmnya di 21.

Bener juga,bnyak alur yg menimbulkan kontroversi.
Seakan menyorakkan kebebasan buat wanita,seakan pemikiran annisalah yg benar.
Bnyak komentar2 ulama yg sy juga sepakati stelah nonton film ini.
Allahu a'lam
Masuk

Silahkan mampir disini dulu sebelum mulai mosting
http://apadong.net/index.php/topic,3.0.html
Thanks
balibong
Pendatang
*

No. KTD: #69
Tulisan : 1
Status  :

Reputasi: +0/-0

« Jawab #23 pada: Senin, 16 Pebruari 2009, 21:26:21 »

hanung janc********k
« Edit Terakhir: Kamis, 19 Pebruari 2009, 07:24:23 oleh ARS » Masuk
Rial_abdirrahman
Dong'ers Newbie
*

Kelamin: Pria
No. KTD: #9
Tulisan : 157
Status  :

Reputasi: +1/-0

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh


« Jawab #24 pada: Selasa, 17 Pebruari 2009, 05:51:38 »

^
apa maksud dari perkataan itU?
Masuk

Silahkan mampir disini dulu sebelum mulai mosting
http://apadong.net/index.php/topic,3.0.html
Thanks
SandiasA
Penduduk
*

Kelamin: Pria
No. KTD: #34
Tulisan : 60
Status  :

Reputasi: +0/-0

« Jawab #25 pada: Kamis, 19 Pebruari 2009, 03:41:50 »

hehehe...
nih ga ada momodnya ya, sampe tuh badword menempel aman di mari  (duh!)
Masuk

ketika hidup berada di lingkungan yang pada pinter nge-Cangkem
ARS
Administrator
*****

Kelamin: Pria
No. KTD: #1
Tulisan : 363
Status  :

Reputasi: +0/-0

Semoga forum ini membawa manfaat untuk semua...


WWW
« Jawab #26 pada: Kamis, 19 Pebruari 2009, 07:05:23 »

Kutip
Awas, ada propaganda paham liberal yang menyusup dalam dunia perfilman. Demikian ujar sutradara Chaerul Umam mengomentari film Perempuan Berkalung Sorban (PBS)

 

Hidayatullah.com--Film Perempuan Berkalung Sorban (PBS) tak hanya menuai Chaerul Umamkritik di kalangan ulama dan umat Islam. Tak urung, kalangan sineas sendiri ikut-ikut gerah. Kritik  datang langsung dari Chaerul Umam, mengatakan. Fim PBS tidak hanya melecehkan Islam, namun juga mengandung unsur propaganda politik.

"Film tersebut mengandung propaganda politik. Bagaimana tidak, dunia pesantren dicitrakan sangat buruk. Dan secara tidak langsung, seluruh pesantren memiliki kultur demikian," ungkap Chaerul kepada www.hidayatullah.com.

Chaerul menyayangkan, banyak siaran talkshow  sebagaimana acara debat yang difasilitasi stasitun TV one baru-baru ini yang menghadirkan Hanung Bramantyo sang sutradara.

Menurutnya, hal itu hanya akan memberikan kesempatan kepadanya untuk ber-hujjah (berpendapat) dan bersilat lidah. Dengan demikian, dia dapat menyakinkan masyarakat. Padahal, dalam dunia seni hal tersebut tidak boleh dilakukan.

"Seharusnya yang membedah kontroversi itu adalah pihak lain, baik yang kontra maupun yang pro. Namun bukan dari pihak Hanung sebab, itu setali tiga uang. Celoteh nya pasti tidak cover both side," tuturnya.

Sebagai seorang sutradara senior, Chaerul mengetahui ketidakseimbangan (unbalance) dalam film tersebut. Bagimana kisah buruk kiyai dan pesantren yang di-blow up secara sepihak. Sedangkan pesantren dan kiyai yang bagus tidak disentuh.

Chaerul tidak hanya setuju dengan keputusan MUI yang menyuruh agar film tersebut ditarik dan direvisi, lebih keras lagi, Chaerul juga beranggapan bahwa film tersebut sudah tidak layak lagi direvisi.

"Untuk apa film PBS ditarik dan direvisi, film tersebut dibuang saja, tidak ada yang perlu direvisi,"tuturnya. Kecuali, jika Hanung mau menampilkan realitas pesantren secara jujur dan equal (setara), maka film tersebut bisa direvisi. "Itupun sangat banyak sebab, terlalu banyak kesalahan," imbuhnya.     

Menurutnya, banyak adegan yang cukup menyulut kemarahan masyarakat dalam film tersebut. Dalam film itu banyak adegan yang jahili. Bahkan mengadopsi gaya-gaya Kristiani. Seperti, Annisa tokoh utama (PBS) yang mengajak Khudori bekas pacarnya untuk berzina di kandang kuda. Belum sempat kejadian itu terlaksana karena Khudori menolak sudah keburu ketangkap basah. Kemudian ditangkap dan disuruh  dirajam. Hanya dengan bukti jilbab yang dicopot rajam pun dilakukan.

"Di adegan ini, secara fiqhiyah saja sudah salah. Namun, rajam tetap dilakukan," tutur Chaerul.   Tidak hanya itu, ibu Annisa menghalang-halangi. Dia membolehkan, asal si pelempar bersih tidak memiliki dosa. Bukankah ini cerita Kristen seperti Makdalena yang yang mau dirajam. Tiba-tiba datang Yesus yang kemudian membolehkan rajam asal si perajam tidak berdosa?.

Dari bukti-bukti inilah, menurut Chaerul, sebenarnya film PBS termasuk dalam pelecehan agama. Dan bisa dibawa ke pengadilan dengan dalih penistaan agama.

Menurutnya, dalam hal ini, MUI harus menjadi mediator ke pengadilan. Sebab, jika pencegahan tersebut tidak cepat dilakukan, maka ditakutkan respon masyarakat akan bergerak. 

Selain pembuat film, menurut Chaerul, yang paling bertanggung jawab adalah LSF.  Sebab, lembaga ini telah meloloskan PBS.

Propaganda paham Liberal


Ketika ditanya bagaimana caranya agar insan perfileman tetap kreatif tanpa harus tergelincir masalah sensitif, seperti masalah SARA. Menurutnya, sebenarnya, hal itu tidak akan terjadi jika para sineas jujur dalam membuat film tanpa ada propaganda terselubung. Dan hal itu tidak akan mematikan insan film dalam berkreasi. Menurut Chaerul, tolok ukurnya cukup sederhana, yakni bisa mengangkat masalah apa saja asal solusinya baik.

"Yang jelas, adegan dan solusinya Islami. Jangan adegannya islami namun solusi jahili, kemudian dikatakan film religi, " jelasnya.

Seperti adegan perzinahan dan kemesraan diadegankan secara vulgar. Padahal hal tersebut sangat berbahaya.

"Masalah sentuhan saja sudah dipermasalahkan dalam masyarakat, apalagi pemerkosaan," katanya. Secara sepintas ia menilai,  Hanung sengaja ingin meniru-niru Barat dalam membuat film.

Padahal masyarakar sekuler beda dengan Indonesia yang agamis. "Di Barat,  agama adalah agama, sedangkan film adalah film," tegas Chaerul.

Chaerul beranggapan bahwa virus liberalisme, terutama dalam hal bisnis yang menghalalkan segala cara telah memasuki dunia perfilman nasional sekarang ini. Untuk mendapat banyak simpati dan untung tinggi, mereka melakukan beragam cara. Salah satunya liberalisasi film.

Chaerul Umam menyarankan, agar pembuat film harus membawa penasihat. Setidaknya, sebelum proses dan ketika proses ataupun hasilnya harus dikonsultasikan dengan penasihat ahli. 

Sebagaimana diketahui, Chaerul Umam mulai dicatat sebagai sutradara yang baik lewat film "Al Kautsar", tahun 1977, produksi PT Sippang Jaya Film, dan "Titian Serambut Dibelah Tujuh". [ans/hidayatullah.com]
Masuk

█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bonus
█ ★ Domain Name | Shared & Reseller Hosting | VPS & Dedicated ★
ARS
Administrator
*****

Kelamin: Pria
No. KTD: #1
Tulisan : 363
Status  :

Reputasi: +0/-0

Semoga forum ini membawa manfaat untuk semua...


WWW
« Jawab #27 pada: Kamis, 19 Pebruari 2009, 07:25:14 »

hehehe...
nih ga ada momodnya ya, sampe tuh badword menempel aman di mari  (duh!)
karena saya ga tau apa artinya itu (melet-melet)

baru sempat searching tadi & sudah menulis penjelasannya di >> http://apadong.net/index.php/topic,220.0.html (biar sama-sama tahu & belajar)
Masuk

█ Apa Dong (dot) Biz @ www.apadong.biz
█ 24x7x365 Support - Free Services+Bonus
█ ★ Domain Name | Shared & Reseller Hosting | VPS & Dedicated ★
Halaman: 1 [2]   Naik
  Cetak  
 
Lompat ke:  

Didukung oleh MySQL Didukung oleh PHP Diamond Blue Theme designed by ARS
Halaman dibuat dalam 0.342 detik dengan 32 permintaan.
Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC