ο
http://www.plantamor.com/index.php?plant=518ο Majalah TRUBUS edisi Nov 2007 XXXVIII
Ganitri
Elaeocarpus ganitrus Roxb. Sinonim
Elaeocarpus angustifolius Blume.
Nama umum
Indonesia: Ganitri, Genetri, Jenetri
Klasifikasi
οΆ Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
οΆ Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
οΆ Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
οΆ Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
οΆ Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)
οΆ Sub Kelas : Dilleniidae
οΆ Ordo : Malvales
οΆ Famili : Elaeocarpaceae
οΆ Genus : Elaeocarpus
οΆ Spesies : Elaeocarpus ganitrus Roxb.
Elaeocarpus ganitrus di Indonesia lebih populer dengan nama Ganitri, Genitri, atau Jenitri, sebutan di India untuk genitri adalah rudraksa. Tanaman setinggi 25 β 30 m dengan batang tegak dan bulat berwarna coklat, sepanjang tepi daunnya bergerigi dan meruncing di bagian ujungnya. Dalam bahasa India, rudraksa berasal dari kata rudra yang berarti Dewa Siwa dan aksa yang bermakna mata. Sehingga arti keseluruhan dari rudraksa adalah Mata Siwa. Sesuai namannya, penganut Hindu meyakini rudraksa sebagai air mata Dewa Siwa yang menitik ke bumi, tetesan air mata tersebut tumbuh menjadi pohon rudraksa.
Pohon ini banyak ditanam di Jawa terutama Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Timor. Indonesia termasuk kontributor tertinggi dalam ekspor genitri, yakni sekitar 70% dalam bentuk butiran biji, 20% pasokan lainnya dari Nepal, sedangkan India, negara yang paling banyak menggunakan Genitri hanya memproduksi sekitar 5%.
Manfaat Genitri bukan sekedar βalat hitungβ dalam berdoa laiknya tasbih bagi kaum muslim atau rosaio bagi umat nasrani. Biji Genitri juga berfungsi menghilangkan stres. Itu dibuktikan oleh Dr. Suhas Roy dari Benaras Hindu University, penelitiannya mengungkap ultrasum bread β sebutan Genitri di Amerika β biji Genitri mengirim sinyal secara beraturan ke jantung ketika digunakan sebagai kalung, mengatur aktivitas otak yang mengarah pada kesehatan tubuh. Efek itu diperoleh lantaran biji Genitri
memiliki sifat kimia dan fisik berupa induksi listrik, kapasitas listrik, pergerakan listrik dan elektromagnetik. Karena itu biji Genitri mempengaruhi sistem otak pusat saat menyebarkan rangsangan bioelektrokimia, hasinya otak merasa tenang dan menghasilkan pikiran positif.
Komposisi kimia Genitri sebetulnya tak jauh dengan buah lainnya, antara lain : 50,024% karbon, 17,798% hidrogen, 0,9461% nitrigen,dan 30,4531% oksigen. Beberapa elemen mikro dalam biji tamanam anggota famili Elaeocarpaceae adalah almunium, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.
Pembeda Genitri dengan buah lain terungkap melalui riset Institut Teknologi India, Genitri memiliki nilai spesifik gravitasi sebesar 1,2 dengan pH 4,48. Saat digunakan untuk berdoa misalnya, Genitri memiliki daya elektromagnetik sebesar 10.000 gauss pada keseimbangan Faraday, hasil konduksi elektron alkalin. Gara β gara itu Genitri dipercaya mengontrol tekanan darah, stres, serta berbagai penyakit mental.
Genitri juga dipercaya menyembuhkan epilepsi, asma, hipertensi, radang sendi, dan penyakit hati. Ia berguna saat dikalungkan di leher, maupun diminum air rebusannya. Caranya...? biji Genitri direndan semalam lalu diminum saat perut kosong, itu terbukti efektif meredam hipertensi dan menghasilkan perasaan tenang dan damai. Dalam 7 hari, tekanan darah turun bila dibarengi dengan mengalungkan Genitri di leher. Khasiat lain, Genitri berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, dan pembengkakan.
Begitulah riset sahih Singh RK dari departemen Farmakologi, Benaras Hindu University, India, ia menggunakan berbagai larutan seperti petroleum eter, benzena, kloroform, asetone, dan etanol untuk melarutkan 200 mg/kg buah genitri kering. Larutan Genitri hasil perendaman 30 β 45 menit itu menunjukkan sifat antipembengkakan radang akut dan non akut, selain itu Genitri dapat menghilangkan sakit kepala atau antidepresan dan antiborok.
Duduk perkaranya karena glikosida, steroid, alkaloid, dan flavonoid yang terkandung dalam Genitri melindungi paru β paru. Keempat zat organik itu juga bersifat antibakteri. Terhitung ada 28 jenis bakteri gram positif dan negatif enyah oleh ekstrak Genitri antara lain Salmonella typhimurium, Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Shigela flexnerii, dan Shigela sonneii. Menurut A B. Ray dari Department of Medical Chemistry, Banaras Hindu University, India, alkaloid yang terkandung dalam Genitri : pseudoepi β isoelaeocarpilin, rudrakine, elaeocarpine, isoelaeocarpine, dan elaeocarpiline. Senyawa itu berkasiat meluruhkan lemak badan. Caranya, 25 gram buah Genitri kering, dicuci dan direbus dalam 1 gelas air sampai air rebusan tinggal separuh. Setelah air rebusan dingin, saring, lalu diminum sekaligus.