Ini menunjukkan bahwa Anda belum login / terdaftar menjadi anggota Apa Dong (dot) Net. Silakan login terlebih dahulu, atau mendaftar dengan mengklik di sini.
Apa Dong (dot) Net
Rabu, 08 September 2010, 14:39:02 *
Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar.
Lupa email aktivasi Anda?

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi
Perancis Jerman Itali Belanda Spanyol Portugis Korea China Jepang Yunani Arab Rusia
Berita: Forum ini masih terus dalam tahap pembangunan. Kalau menemukan bug atau pengaturan yang tidak sesuai pada forum ini, silahkan sampaikan di Ruang Umpan Balik (senyum)
 
  Depan   Forum   Bantuan Hosting Nasyid Proxy SpeedTest Masuk Daftar  
Halaman: [1]   Turun
  Cetak  
Pembuat Topik: Sedekah Muslimah  (Baca 502 kali)
0 Anggota dan 1 Pengunjung melihat topik ini. SocialTwist Tell-a-Friend
evytaar
Moderator
*****

Kelamin: Wanita
No. KTD: #5
Tulisan : 87
Status  :

Reputasi: +1/-0

Biar kecil asal bermanfaat


WWW
« pada: Rabu, 13 Januari 2010, 18:59:11 »

Sedekah Muslimah

by: Muthia Esfand

“Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain.” (HR. Ahmad)

Sejak awal masa penciptaannya, manusia tidak dijadikan tanpa kawan oleh Allah SWT. Kenyataan tersebut selanjutnya menjadi sebuah keniscayaan dan hukum alam yang tak terbantahkan. Itulah sebabnya, manusia secara alamiah akan merasa membutuhkan manusia lain. Entah untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, atau sebaliknya untuk memenuhi kebutuhan sesamanya.

Ada banyak petunjuk dan penuntun hidup dalam Islam yang mengisyaratkan tentang interaksi dua arah antar sesama manusia. Salah satunya adalah tentang anjuran dan keutamaan bersedekah. Sedekah dalam Islam selalu menganut konsep timbal balik. Artinya, jika seorang insan dengan sepenuh ikhlas mau mensedekahkan apa yang dimilikinya, dalam bentuk apa pun, dengan serta merta ia akan mendapatkan janji ganjaran yang serupa dari Allah SWT. Dalam beberapa hadits disebutkan:

“Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)

“Tiap muslim wajib bersedekah.” Para sahabat bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?" Nabi Saw menjawab, "Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersedekah." Mereka bertanya lagi, “Bagaimana kalau dia tidak mampu?" Nabi menjawab, "Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya." Mereka bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi menjawab, "Menyuruh berbuat ma'ruf." Mereka bertanya, "Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?" Nabi Saw menjawab, "Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedekah ternyata bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan bentuk. Hal ini tentu saja semakin menunjukkan bahwa amalan yang satu ini begitu berperan penting bagi keseimbangan hidup seorang insan, tanpa peduli usia, jenis kelamin, dan status sosialnya. Nah, bagaimana dengan sedekahnya seorang muslimah?

Sebenarnya, tidak ada yang membedakan antara seorang muslim dengan muslimah terkait pada kewajibannya untuk bersedekah. Namun, terkadang dalam realitanya kita sering melihat betapa para muslimah terkesan kurang maksimal dan kurang antusias dalam mensedekahkan harta, materi maupun nonmateri, yang dimilikinya. Hal ini kerap pula terlihat pada para muslimah yang baru saja berganti status menjadi seorang istri. Dengan alasan tidak berpenghasilan dan sehari-hari hanya menjadi seorang ibu rumah tangga, rutinitas sedekah pun pudar dan merasa sudah cukup terganti dengan ibadahnya pada suami dan keluarga. Aktivitas sedekah dilimpahkan sepenuhnya kepada sang suami. Padahal kewajiban dan keutamaan amalan ini tak pernah memandang status dan bentuk.

Di sisi lain, seorang muslimah yang telah mapan berpenghasilan sendiri pun juga seringkali terlena pada keseriusan mengejar keutamaan sedekah. Sedekah yang dilakukan hanya sekadar berupa materi tak tentu waktu, yang jauh dari nominal utuh harta yang dimilikinya. Apalagi untuk sedekah ilmu dan kepedulian sosial, mulai tersingkir dari daftar menu hariannya.

Tentunya bukan tanpa sebab-alasan, mengapa amalan sedekah ini tak pernah dipatok hanya berupa lembaran uang kertas atau gemerincing receh semata. Sikap mau membagi ilmu dan ketrampilan yang dimiliki bagi peningkatan kualitas hidup orang lain adalah sedekah. Sikap peduli terhadap permasalahan kerabat dan kawan dekat adalah sedekah. Sikap prihatin dan sigap terjun langsung demi kelestarian lingkungan adalah sedekah. Bahkan sekadar memberikan tempat duduk kepada seorang ibu di kereta api adalah juga sedekah.
Bahwa berbagai permasalahan dunia muslimah terus terhampar di sekitar kita, adalah kenyataan yang harus kita terima, memang benar adanya. Dan, terkadang kita perlu untuk bermuhasabah dan berpikir ulang, adakah “kelestarian” lingkar masalah tersebut juga merupakan kontribusi diri kita sendiri yang kurang peduli dan ikhlas untuk ikut menjadi pembuat solusi.

Langkah kita terlalu berat untuk pergi bersilaturahim mengunjungi kerabat dan sahabat yang sedang terlilit problema. Pikiran kita terlalu merasa dibebani ketika sekejab saja merumuskan solusi bagi permasalahan masyarakat. Tangan kita menjadi semakin enggan untuk hanya mengangkat jemari di atas keyboard dan menuliskan berbagai realita demi kesadaran umat. Mata kita menjadi terlampau cepat lelah saat membuka-membaca berbagai buku dan perkembangan dunia baru, agar sekedar mampu mengarahkan anak-anak dengan cerdas. Atau malah jangan-jangan kita masih menjadi orang yang memberikan sekeping uang logam kepada pengemis, lengkap dengan muka masam dan gerutuan sesudahnya.

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Penyantun. (Al-Baqarah [2]: 263)

Jangan pernah merasa bahwa sedekah hanyalah proses interaksi satu arah saja, yang tidak akan berdampak pada pribadi kita. Meski, memang, proses satu arah tadi akan terjadi jika kita menghilangkan niatan suci hanya untuk meraih ridho ilahi serta kesungguhan untuk memberikan sedekah yang sebaik-baiknya, dan menggantinya dengan keterpaksaan bahkan hanya sekedar untuk meningkatkan status pergaulan.

Sedekah tidak akan pernah memiskinkan pelakunya. Sebaliknya, sedekah akan membuat sang pelaku menjadi semakin kaya hati, kaya akal, kaya ilmu, dan kaya akan limpahan kasih dari Allah dan sesamanya. Sedekah adalah kebutuhan hidup. Dengan sedekah, seorang muslimah akan mampu mendapatkan keseimbangan hidupnya. Dengan sedekah, kita akan merasakan bahwa sekecil apa pun hal yang kita sedekahkan, ternyata berdampak besar bagi si penerima, bahkan berdapak besar pula pada lingkungan sekitar kita.

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat. (Al-Baqarah [2]: 265)

diambil dari notes penulis di FB.
official blog http://dunia-esfand.blogspot.com/
Masuk

Halaman: [1]   Naik
  Cetak  
 
Lompat ke:  

Didukung oleh MySQL Didukung oleh PHP Diamond Blue Theme designed by ARS
Halaman dibuat dalam 0.179 detik dengan 32 permintaan.
Valid XHTML 1.0! Valid CSS!
Powered by SMF 1.1.8 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC